dan hal yang paling rumit, bisa jadi tentang mengikhlaskan sesuatu.
Intuisi sudah beraksi sejak pagi, lalu aku mulai menghayati 'kun faya kun'.
Lagian pastinya itu sebahagian daripada keselarasan semesta.
Ternyata dia menjadi buffer sehinggakan kereta yang terbabas tidak menembusi semak masuk ke dalam gaung.
Ditanya, kenapa tidak elakkan hal dari berlaku jika telah merasakannya.
Bayangkan jika ku elak, mungkin ada kehilangan nyawa sekiranya dia tidak disana menjadi pengaman.
Terima saja, semua juga pinjaman.
Syukur, intuisi berfungsi aktif.
Syukur, hati berlapang dada.
Syukur, otak berproses waras.
Esok dan lainnya punya peranan, hadapi hari ini dengan kesedaran.

No comments:
Post a Comment